karena Kamu juga manusia

Di salah satu sudut kota aku menjumpai sekelompok orang yang sedang menikmati kudapan malam setelah seharian bermimpi di kantor yang tidak sibuk-sibuk amat.

di sudut lainnya ada kerumunan yang sedang menyuarakan keadilan dan juga kesetaraan umatnya , tidak pernah berhenti meski matahari menertawakannya berkali-kali.

disebalahku ada seorang paruh baya yang sedang memandangi jalan dengan tatapan kosong , ia tidak ragu-ragu tersenyum kepadaku yang sedang memperhatikannya .

ditengah trotoar yang dilewati banyak manusia ini ada pesan masuk ke ponselku ” Dina jangan pulang malam-malam mamah sudah masak buat kamu ” aku terduduk sepi tapi selalu tercukupi .

dari berbagai macam manusia yang sedang bernafas saat ini , kita tidak pernah tahu siapa dari mereka yang sedang mengalami banyak masalah dihidupnya .

ada yang diberhentikan dari kantornya , ditolak berkali-kali saat wawancara kerja , gagal menikah sebulan sebelum hari H , atau mungkin berfikir untuk mengakhiri hidup mereka .

oleh sebab kita tidak pernah tahu , yang bisa kita lakukan hanyalah mendengarkan cerita-ceritanya . jika belum bisa maka cukup dengan tidak mudah menghakimi mereka karena kamu juga manusia.

Tak akan pernah ada yang tahu apa yang seseorang lewati dalam hidupnya. Yang kelihatannya paling gembira, bisa jadi seseorang yang paling bersedih hatinya. Yang kelihatannya paling bersemangat, bisa jadi seseorang yang harus membanting tulang paling keras dengan peluh keringat. Kembali, siapa yang tahu?

Mungkin benar kata Ibu, jangan pernah hakimi seseorang yang tak pernah kita ketahui setengah cerita hidupnya. Kita bukan Tuhan yang tahu segalanya. Kita hanyalah manusia yang memiliki banyak celah di setiap sudut kehidupannya.

Begitupun dirimu, karena Kamu juga manusia ..

 

Iklan

30,September 2019

Atasmu aku tidak memiliki kuasa penuh . aku tidak bisa berbuat apa-apa jika memang berpaling dariku telah menjadi sesuatu yang kau putuskan ..

pergilah tanpa sungkan . bertahanlah selagi masih ada kesempatan sebab ada hati yang selalu lapang untuk kau jadikan tempat pulang tanpa perlu membawa apapun selain kebaik-baik saja-an ..

 

-JCHP BOOK

07 September 2019

Tak seorang pun di dunia ini yang menginginkan Jalan hidupnya seperti roller coaster, meluncur kencang, menanjak hebat, menikung tajam, tubuh seperti dipermainkan gravitasi, nyawa seakan terlepas berkali-kali.

Tapi siapa kita, kita bukan yang paling berkuasa atas hidup ini, kita hanyalah “wayang” yang dikendalikan oleh dalang, jadi sehebat apapun menolak dan memberontak, kita tak mungkin bisa melepaskan diri dari apa yang sudah dinarasikan.
Kita hanya bisa tawakal, pasrah, mungkin dengan bersikap demikian ketenangan justru bisa kita rasakan.

@indadari

Aku..

Aku..

yang dijatuhkan , yang bangkit sendiri ..

yang dipatahkan , yang tumbuh sendiri..

yang kehilangan arah , yang menemukan jalannya sendiri..

yang harapannya dihancurkan , yang membentuknya lagi sendiri..

yang diasingkan , yang mengenal dirinya sendiri..

yang kesepian , yang menghibur dirinya sendiri ..

yang tak lagi dirindukan , yang ikhlas merindukan diri sendiri..

yang menjadi pilihan , yang sabar dalam menanti jawaban ..

yang tak terpilih , yang menerima dengan lapang dada..

Setelah Tidak Denganmu

Berhenti

Terkadang banyak hal yang kita lupakan saat jatuh cinta salah satunya adalah hati yang selalu ingin jatuh tanpa jeda. ketika kau mencintainnya begitu dalam sadarmu seolah-olah hilang didasar rasa nyaman yang berhasil membuatmu tenggelam .

kau mencoba untuk mengikuti arus berharap dia akan benar-benar serius namun sialnya arus itu malah membuatmu tersesat, dimana dia perlahan pergi sementara dirimu masih sibuk mencari jalan kembali . lalu hatimu mulai bimbang , rasa yang dulunya senantiasa mengalir kini dipaksa menghilang namun kau sadari semuanya tidak mudah karena hatimu meronta tak ingin menyerah , sementara kenyataan berhasil membuatmu pasrah . kau mulai mencari-cari alasan kenapa dia pergi ketika dirimu selalu siap bertahan dan semakin kau mencari tak ada yang kau temukan selain menyakiti diri sendiri .

seharusnya otakmu berpikir , seharusnya akalmu berjalan bukan malah disekap dengan rasa sayang yang semakin membuatmu buta secara perlahan . jadi sudahi kebodohanmu itu karna kau boleh jatuh cinta tapi tak berarti rasa sakit itu harus selalu kau pelihara .

ego memaksa keutuhan , hati menolak kenyataan , dan kau melupakan peran tuhan .

sadarlah ini waktunya kau mengerti sudah berapa banyak bahagia yang kau lewatkan demi bertahan pada seseorang yang hanya bisa menyakiti ..

tegak dan bangkitlah karna kehilangan tidak pernah mengurangi sedikitpun hakmu untuk kembali mengenal bahagia.

 

 

 

“mungkin ini saatnya aku berhenti”

 

 

@recvyx