Optimislah…!!!

Optimislah…!!!
Karna seseunguhnya Allah bersamamu…
Para Malaikat memohonkam ampunan untukmu..
Hapuslah air matamu dengan berbaik sangka kepada Allah…
Usirlah segala duka..
Dengan mengingat smua nikmat…
Yang telah dilimpahkan kepadamu..
.
Ketika sakit hati melemahkanmu
Tetaplah kuat, tetaplah jadi wanita yg tangguh.
Jangan patahkan semangatmu
Jangan hentikan harapanmu
Jangan lupakan mimpimu
Tetaplah semangat meski hidup melelahkan
Tetaplah berharap meski hari esok tak pasti ditemui
Tetaplah bermimpi meski kenyataannya berlawanan..
.
Pantang mundur jika memang berkeyakinan benar..!!!
.
Bersabarlah!!
Kelak kesabaranmu akan berbuah manis, percayalah dengan janji Allah..โ™กโ™ก
.
Allah itu baik.
Tidak mungkin membuat kita sakit hati oleh orang yang kita cinta jika tanpa membuat diri kita menjadi lebih baik.
.
La Tahzan Innallaha Ma’ana
Keep Hamasahย ๐Ÿ’ช
.
Kontribusi oleh @humairah.art

Iklan

30 November 2017

 

Hidup adalah pilihan, maka jelilah memaknai keadaan saat kau hendak memilih sesuatu hal dalam hidup, lebih khususnya tentang seorang pendamping hidup, sebab pilihan pailng indah dalam hidup adalah ketika kita diberi kesempatan untuk memilih jodoh ternbaik dengan jalan yang terbaik.

Oleh karena itu pilihlah ia yang beriman, jangan memilih hanya karena ia lebih tampan dari mantanmu, karena tak banyak diantara para wanita yang merasa dirinya sangat tersakiti oleh kelakuan sang mantan berasumsi dengan mendapatkan yang lebih tampan dendamnya tertunaikan untuk kelihatan lebih.

Padahal, jika memang berniat untuk balas dendam adalah dengan perbaiki dirimu menjadi lebih baik, dan pilihlah ia yang beriman, berilmu dan berakhlaq, jika masalah tampan hal itu hanya bonus.

Karena tindakan yang paling menyakitkan buat mantanmu adalah jika kamu didapatkan oleh laki-laki yang kelakuannya jauh lebih baik darinya, dan lebih bisa membahagiakanmu.

 
@rara.elf
Kontribusi oleh @rara.elf

29 November 2017

bukankah menasehati dan memberikan masukan oada orang lain lebih mudah daripada menasehati diri sendiri ? hahha

lucu memang , kata kata itu begitu mudahnya keluar tanpa tau bagaimana cara mengaplikasikannya pada diri sendiri yang sebetulnya sedang menghadapi persoalan yang sama ..

 

 

 

Untukmu yang pernah menorehkan luka…

Untukmu seseorang yang pernah menorehkan luka.
Aku sudah memaafkanmu.
Untuk semua kesalahanmu dan juga harapan-harapanku kepadamu.
Sesekali aku membuka lembaran memori kenangan tentangmu,
Bukan maksutku untuk mengenangmu,ย 
Bukan.
Aku hanya ingin memastikan bahwa kali ini hatiku sudah baik-baik saja.
Tak ada lagi sesak dalam dada.
Ya.
Jika dulu aku diselimuti oleh sesak dan isak.
Kini, telah aku pastikan.
Sekali lagi, aku benar-benar sudah baik-baik saja.
Aku tak lagi labil dalam menyikapi luka.
Semua luka yang pernah ada, memang pernah membuatku terjatuh.
Namun aku sadar.
Luka tak selamanya tentang keterjatuhan.
Namun tentang sebuah pembelajaran.
Aku belajar untuk tak menaruh harap sembarangan.
Aku belajar untuk mencintai tanpa mengharapkan balasan.
Aku belajar untuk meletakkan cinta pada jalan yang benar.
Ya, jalan yang direstui oleh Tuhan.
Dan, kali ini aku malas berkawan dengan harapan.
Biarlah doa yang kulangitkan dan menjadi penenang.
Memuhasabah diri untuk menuju perbaikan.
Untukmu seseorang yang pernah menorehkan luka.
Semoga disana kau baik-baik saja.
Terima kasih untuk sebuah perkenalan.
Terima kasih untuk sebuah cinta yang pernah kau tawarkan untuk menjadikanku masa depan.
Walaupun pada akhirnya semua hanya berakhir dengan kata pergi.
Tak kupungkiri, bahwa kau adalah seseorang yang pernah teramat kusayangi.
Dariku, seseorang yang pernah menempatkanmu pada palung hati dan juga doa pada Sang Ilahi.
.
Dari : Akhwat Sholehah

Menerima adalah merelakan. .

Menerima adalah merelakan. Merelakan adalah mengikhlaskan. Melakukannya tidak semudah mengedipkan mata.

Ketika perkara yang paling tidak diinginkan datang, apa yang dirasakan sebagai manusia yang lemah? Tanpa sadar, hati mengumpat. Mengolok sebuah pemberian. Mengasihani diri betapa malangnya, betapa tidak seberuntung orang lain. Hingga lupa jika Dia sedang menguji sebuah tingkat penerimaan.

Tidakkah sedikit melihat ke bawah? Selalu ada yang lebih parah.

Menerima kesedihan adalah proses penerimaan kebahagiaan yang akan datang.

Jadi, tidak pantas menyebut diri yang paling sengsara. Merasa yang paling terluka parah.

Sebab lautan tidak memaksa nelayan mengembalikan ikan-ikannya. Sebab awan tidak memaksa hujan mengembalikan titik-titik airnya. Sebab daun tidak memaksa angin mengembalikannya pada ranting pohon. Sebab kopi tidak dendam pada dingin yang menelan kehangatannya.

@bilqisyahla