Rabu , 19 juli 2017

Selalu saja ​satu atau dua hal membuatku merasa jengah dan menyedihkan , merasa semua tak mengerti yang ada dalam otakku tak mengerti perasaan dan keadaanku tapi lagi lagi aku sadar bukan sepenuhnya salah mereka yang mmbuatku semerawut tapi aku yang tak bisa sabar atas semua yang menimpaku ..

harusnya aku bisa berlapang dada saat semua tak sesuai harapan ..

Dan tak mencari cari alasan untuk bisa marah pada semua orang yang tak bersalah

harusnya aku mendengar pendapat dan masukan orang lain secara kesluruhan bukan separuh atau malah mengabaikannya dan harusnya aku bisa menerima apapun yang ku lihat dan kudengar dengan hati yang ikhlas lagi sabar ..

maka dengan begitu hidup akan terasa lebih manis dan indah ..
Allah SWT berfirman:
اِنْ تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ وَاِنْ تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَّفْرَحُوْا بِهَا ۚ  وَاِنْ تَصْبِرُوْا وَتَتَّقُوْا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْــئًا ۗ  اِنَّ اللّٰهَ بِمَا يَعْمَلُوْنَ مُحِيْطٌ 
in tamsaskum hasanatun tasu`hum wa in tushibkum sayyi`atuy yafrohuu bihaa, wa in tashbiruu wa tattaquu laa yadhurrukum kaiduhum syai`aa, innalloha bimaa ya’maluuna muhiith

“Jika kamu memperoleh kebaikan, (niscaya) mereka bersedih hati, tetapi jika kamu tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, tipu daya mereka tidak akan menyusahkan kamu sedikit pun. Sungguh, Allah Maha Meliputi segala apa yang mereka kerjakan.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 120)

Senin ,17 juli 2017

Tuangkan dalam jiwa yang bergolak ini kedamaian. Dan, ganjarlah dengan kemenangan yang nyata. Wahai Rabb, tunjukkanlah pandangan yang kebingungan ini kepada cahaya-Mu. Bimbinglah sesatnya perjalanan ini ke arah jalan-Mu yang lurus. Dan tuntunlah orang-orang yang menyimpang dari jalan-Mu merapat ke hidayahMu.

Ya Allah, sirnakan keraguan terhadap fajar yang pasti datang dan memancar terang, dan hancurkan perasaan yang jahat dengan secercah sinar kebenaran. Hempaskan semua tipu daya setan dengan bantuan bala tentara-Mu.
Ya Allah, sirnakan dari kami rasa sedih dan duka, dan usirlah kegundahan dari jiwa kami semua.
Kami berlindung kepada-Mu dari setiap rasa takut yang mendera. Hanya kepada-Mu kami bersandar dan bertawakal. Hanya kepada-Mu kami memohon, dan hanya dari-Mu lah semua pertolongan. Cukuplah Engkau sebagai Pelindung kami, karena Engkaulah sebaik-baik Pelindung dan Penolong.

20 Juni 2017

Pernah aku merasakan kehilangan
Melepas apa yang ada dalam genggaman
Merenggut semua kenangan
Tak terkecuali segala yang masih dalam angan

Aku jatuh tersungkur tak karuan
Menjadi satu bersama ceceran harapan-harapan
Pada keadaan yang sangat sulit untukku lawan
Aku menyerah dan mencoba berkawan

Mataku menatap nanar pada jalan yang ku lanjutkan
Sakit yang tak terelakan
Kecewa yang tak bisa lagi dibantahkan
Menjadi teman hangat dalam perbincangan

Lenganku memeluk erat hati yg berantakan
Lalu pada serpihannya kupunguti sesuatu yang tak mungkin kembali kudapatkan
Darinya yang dulu menjadi penghuni liang-liang ingatan
.
.
.
.
.
.
~ Gumilang

Mengawasi Jiwa Ini

Jiwa ini senantiasa bergejolak, terkadang ia tenang dalam ketaatan, terkadang ia lalai dengan kefuturan bahkan sering ia liar dalam kemaksiatan. Maka tajam kan mata ini ya Allah, agar diri mampu mengawasi (muraqobah) jiwa dalam setiap amal yang ia perbuat. Karena jika jiwa ini ku biarkan begitu saja tanpa terawasi dan terkendali maka jiwa ini akan melampaui batas lalu rusak dan sakit.
Karena aku bahkan tak pernah sedetik pun terlewat dari pengawasan mu ya Rabb.. “… sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (an-Nissa ; 1) “ Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya ?” (al-Alaq ; 14)
Sedang hamba tidak pernah lepas dari tiga keadaan, yaitu dalam ketaatan , dalam kemaksiatan dan dalam hal yang mubah.

Maka semoga keta’atan ini diringin dengan keihlasan dan hamba mampu memeliharanya dari cacat karena sombong, ria dan penyakit hati yang merusak ketaaan diri.

Dari Kemaksiatan ini semoga hamba segera sadar dan bertaubat dan meninggalkanya karena rasa malu juga takut kepada Mu”

Dari setiap mubah semoga mampu hamba kecap manisnya untuk hamba syukur.
Hamba mohon semoga mendapat keridhoan yang telah Engkau sebut dalam firman Mu, .. “ … Allah ridho terhadap mereka dan mereka pun ridho kepda-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut terhadap Tuhannya.” ( al-Bayyinah ; 8)

Maka mampukan hamba untuk mengawasi diri juga senantiasa sadar akan pengawasan Mu.
-Fy-
.
Kontribusi oleh @paperofme

26,April 2017

Aku termasuk orang yang terlalu jujur dengan perasaan, hingga kejujuran itu sendiri yang membuatku ada pada tahap saat ini.

Tahap dimana, aku tidak percaya lagi pada harapan apa pun dan siapa pun.
Tahap dimana, aku tidak ingin membuka cerita bodoh di masa lalu; dimana tidak ada kejadian apapun tetapi selalu kujaga layaknya seluruh prasangka adalah harta kenangan.

Aku cukup bahagia, masih dapat merasakan seluruh cerita kasih dan cinta yang mereka ceritakan.

Aku cukup percaya, aku akan memiliki waktu dan kebahagiaan itu termasuk sepaket rasa sakit yang tidak membuat menderita, tetapi menjadi pelajaran tidak terduga.

 

 

K.aulia R