Sel , 26 November 2019

3-4bln ini aku sedang mengharapkan seseorang yang semoga bisa melengkapi , menerima segala kurangku , mendengarkan keluh kesah , menjadi teman berbagi dalam segala hal dan segala keadaan , menjadi imamku , menjadi teman belajar tentang dunia dan akhirat , teman seirama dan selangkah dalam menuju syurga-Nya ..
Tapi harapan tetaplah harapan yang selalu berdampingan dengan rasa kecewa ..

Dia mengatakan
” aku mundur karna aku tidak bisa melanjutkan ini semua , aku takut mengecewakanmu , aku takut tidak sesuai dengan ekspektasimu dan berbagai alasan lainnya ”

pada intinya bahwa aku tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh dia , dia tidak mencintaiku dan dia punya pilihan yang lebih baik dariku , ku pikir jika alasannya hanya itu kita bisa berdiskusi dan mencari solusi dengan baik terlebih aku menginginkan dia apa adanya bukan karna sesuatu ..

Bagaimana perasaanku saat mendengar itu semua ? Sakit ? Kecewa ? Kesal ? Iyaa iyaa aku merasakan itu semua , manusiawi kan ? jika aku mengatakan aku tak merasakan itu semua berarti perasaanku padanya hanyalah omong kosong ..
Aku hanya beruntung saat denganmu aku menempatkan harapanku pada Allah aku selalu berdoa dan bilang pada hatiku sendiri

” jangan menaruh harap dengan berlebih pada manusia , kau telah merasakan pahitnya berharap pada manusia kan ? Berdoa saja jika memang itu yang terbaik semoga Allah menjaga hubungan ini sampai pada pernikahan dan syurga-Nya , tapi jika memang bukan yang terbaik semoga secepat mungkin Allah pisahkan kita dengan cara yang baik tanpa melukai perasaan siapapun terlebih aku ” ..

benar memang ketika menyandarkan semua harap kepada Allah dan saat semua berakhir rasa sakit itu tak separah saat menaruh harap pada manusia , rasa kecewa kita berada dibawah rasa yakin kita kepada-Nya bahwa yang terjadi adalah yang terbaik untuk kita hingga akhirnya aku bisa dengan ikhlas menerima kepergian dia dan segala ketetapan-Nya ..
Tawakal kepada Allah , berserah diri dengan sepenuh hati , doa yang tak pernah putus adalah sebaik-baik tenaga dan obat untuk hati yang terluka ..

Untuk banyak langkah yang telah menemui titik lelah..

untuk banyak langkah yang telah menemui titik lelah , istirahatlah sejenak.
memaksakan diri untuk tetap berlari menuju tujuan yang belum pasti keberadaannya hanya akan membuatmu larut dalam harapan-harapan yang menciptakan kesedihan.
hidup akan terus bergerak , sementara jika tenagamu habis kau akan tertinggal begitu jauh , jauh dan menggelap . berserah bukan berarti pasrah , berhenti bukan berarti kalah .

beberapa keadaan terkadang memang harus kita paksa untuk berhenti . agar kita tahu seberapa penting campur tangan kita dalam keadaaan tersebut. jika saat kau berhenti semua malah pergi meninggalkanmu maka sebaik-baiknya pilihan untuk dirimu adalah menemukan keadaan baru..

tidak perlu berpikir mengenai cara untuk bangkit dan melupkan , karna beberapa hubungan yang telah kau rajut memang harus kau relakan untuk berlanjut dalam kenangan saja ..

13 November 2019

belakangan ini sedang sering-seringnya bilang ke diri sendiri untuk ga perlu punya ekspektasi tinggi ke manusia.
capek sendiri bolak-balik kecewa , bosan sendiri juga malasnya karna sebab yang itu-itu saja ..
bukan bermaksud curhat , tapi asli capeknya itu ga ada obatnya ..

 

 

Rabu,13 November 2019

Ada waktu ketika sedang berada di tengah keramaian, kemudian berpikir, “Apa yang sebenarnya seseorang sedang lakukan ya dalam hidup ini?” Bagai bulir terkecil sebuah pasir pantai, kita membagi sesaknya dunia untuk satu dan yang lainnya. Dan terkadang, perasaan itu akan menyergap kita begitu saja. Pernah merasa sendiri bahkan di tengah keramaian sekalipun? Mungkin begitu kira-kira penjabaran rasanya.

Seperti ingin berteriak meminta tolong, namun ada sesuatu yang mencekat tenggorokan, tak ada satupun suara yang keluar dan tak seorangpun mendengar. Terkadang sepi memang kerap bermain-main dengan kita, memerangkap kita bahkan di tengah banyaknya manusia.

Namun mungkin, mungkin saja, sepi hanya sedang mencari teman yang juga merasakan hal yang sama. Ratusan jiwa, namun tetap sendiri di tengah keramaian yang ada.

 

 

menjadimanusia.id

Kembalilah..

Adakalanya dunia seolah meninggalkan kita sendiri. ramainya tak membuat kita terasa ditemani , semua seolah tinggal diri kita saja .
ada hari dimana semua terasa tak ada yang mengerti .
segalanya terasa sulit untuk dijelaskan , ingin rasanya berlari tapi diri tak sanggup hanya untuk sekedar berdiri .
ingin rasanya berteriak karna sudah terlalu muak , sedih , kecewa , jenuh ,semua seolah menggelayut dalam pikiran.

Saat semua tak mampu untuk kita jelaskan , saat air mata tak mampu lagi berlinang untuk meluruhkan mendung perasaan , saat yang terasa hanya sesak dan gemuruh yang tak berkesudahaan .
barangkali kita telah jauh melangkah boleh jadi kita tersesat jalannya pulang .
Kembalilah ! Pulanglah !
karna tak akan kita dapati tenang dalam dunia ini.
semua hanya fatamorgana yang akan mengantarkan kita pada binasa.
Kembalilah , karna tak ada tenang yang paling nyaman selain bersimpuh pada-Nya.
tak ada paham yang paling mengerti selain Dia .
tak ada yang selalu bersama selain Dia .
yaitu Allah yang mencintai hamba-hambanya-Nya.

@kangihsan